Friday, 20 November 2015

Mengenal Serangan Man-in-The-Middle (MITM)

Izinkan saya berbagi dan menginggatkan sebelum membahas sebuah serangan Man-in-the-middle (MITM) lebih baiknya kita baca bassmalah terlebih dahulu supaya kita dibukakan pintu keberkahan dan banyak pengetahuan yang didapatkan: Pernah saya membahas tentang Strategi Hacking Account Sosial Network disana ada membahas tentang tehnik MITM (Man-in-the-middle) yaitu tehnik yang sering digunakan untuk hack account sosial network. Namun belum pernah saya menjelaskan secara detil tentang apa itu mitm attack ?  “Mitm attack merupakan jenis serangan yang sangat berbahaya dan bisa terjadi di mana saja, baik di website, telepon seluler, maupun di peralatan komunikasi tradisional seperti surat menyurat”. Oleh karena itu saya pikir perlu ada satu artikel khusus yang membahas tentang mitm attack terlepas dari apapun dan dimanapun implementasi teknisnya. 


Bukan Sekedar Sniffing
Kemungkinan banyak yang mengira tujuan dari serangan mitm adalah untuk menyadap komunikasi data rahasia. Sniffing bisa disebut sebagai passive attack karena pada sniffing attacker tidak melakukan tindakan  apa-apa selain memantau data yang lewat.  Memang benar dengan serangan mitm, seorang attacker bisa mengetahui apa yang dibicarakan oleh dua pihak yang berkomunikasi. Namun sebenarnya kekuatan terbesar dari mitm bukan pada kemampuan sniffingnya, namun pada kemampuan mencegat dan mengubah komunikasi sehingga mitm attack bisa disebut sebagai jenis serangan aktif.
Gambar di bawah ini adalah skenario yang bisa dilakukan attacker dengan serangan mitm.
 http://lifestyle-calm.blogspot.co.id/2015/11/strategi-hacking-account-sosial-network_76.html


sniffing,intercepting,tampering,fabricating

Pada gambar tersebut terlihat ada 4 macam serangan yang bisa dilakukan dengan MITM. Berikut adalah penjelasan dari jenis serangan tersebut dalam skenario seperti gambar di atas.
  • Sniffing         : Charlie mengetahui semua pembicaraan antara Alice dan Bob. 
  • Intercepting : Charlie mencegat pesan dari Alice ketika Alice ingin menutup percakapan dengan     “Bob I’m going to sleep, Bye!”. Dengan begini Bob mengira Alice masih berkomunikasi dengannya. 
  • Tampering   : Charlie mengubah jawaban Bob kepada Alice dari account Paypal bob menjadi charlie.
  • Fabricating   : Charlie menanyakan nomor social security number kepada Bob, padahal pertanyaan ini tidak pernah diajukan oleh Alice.
Dengan cara mitm ini bisa dibayangkan betapa besar potensi kerusakan yang bisa dilakukan Charlie kepada Alice dan Bob. Saya menginggatkan lagi disini saya bukan ingin mengajari berbuat yang ngk bener. dengan kita mengetahui prinsip dasar serangan-serangan yang di gunakan para penjahat dunia maya kita bisa sama-sama belajar untuk waspada bagaimana mengamankan akun-akun kita dari para penjahat dunia maya salah satunya dengan teknik MITM ini.

Proses Terjadinya Serangan Man-in-The-Middle
Dalam serangan mitm, seorang attacker akan berada di tengah-tengah komunikasi antara dua pihak. Seluruh pembicaraan yang terjadi di antara mereka harus melalui attacker dulu di tengah. Attacker dengan leluasa melakukan penyadapan, pencegatan, pengubahan bahkan memalsukan komunikasi seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.
Sekarang mari kita lihat proses terjadinya MITM dalam contoh kasus Alice berkomunikasi dengan Bob. Charlie sebagai attacker akan berusaha berada di tengah antara Alice dan Bob. Agar Charlie berhasil menjadi orang ditengah, maka Charlie harus:
  • menyamar sebagai Bob dihadapan Alice
  • menyamar sebagai Alice dihadapan Bob
 
 Charlie acts as fake Bob and fake Alice

Dalam mitm, Alice mengira sedang berbicara dengan Bob, padahal dia sedang berbicara dengan Charlie. Begitu juga Bob, dia mengira sedang berbicara dengan Alice, padahal sebenarnya dia sedang berbicara dengan Alice. Jadi agar bisa menjadi orang di tengah Charlie harus bisa menyamar di dua sisi, tidak bisa hanya di satu sisi saja.

Kenapa Alice dan Bob bisa terjebak dan tertipu oleh Charlie? Itu karena Alice dan Bob tidak melakukan otentikasi dulu sebelum berkomunikasi. Otentikasi akan menjamin Alice berbicara dengan Bob yang asli, bukan Bob palsu yang diperankan oleh Charlie. Begitu juga dengan otentikasi, Bob akan berbicara dengan Alice yang asli, bukan Alice palsu yang diperankan oleh Charlie.

Pentingnya Otentikasi: Who Are You Speaking With?
Otentikasi adalah proses untuk membuktikan identitas suatu subjek, bisa orang atau mesin. Proses membuktikan identitas seeorang ada banyak cara, namun semuanya bisa dikelompokkan dalam 3 kategori:
  • What you know: PIN, password, pasangan kunci publik-privat
  • What you have: smart card, kunci, USB dongle
  • What you are: fingerprint, retina
Secara singkat otentikasi menjawab pertanyaan “Who are you speaking with?”. Pertanyaan itu sangat penting diketahui sebelum dua pihak berkomunikasi. Bila dua pihak berkomunikasi tanpa sebelumnya melakukan otentikasi, maka keduanya bisa terjebak berbicara dengan orang yang salah, yaitu orang yang menyamar menjadi lawan bicaranya jadi berhati-hati dan kenali jangan sampai lengah dan teledor jangan sampai jangan sampai kita jadi korbannya. Bila sampai ini terjadi maka akibatnya bisa sangat fatal, salah satunya adalah terjadinya mitm attack.

Bila dua orang yang sudah saling mengenal berbicara dengan tatap muka langsung, maka tidak mungkin keduanya terjebak dan tertipu berbicara dengan orang yang salah. Otentikasi menjadi sangat penting bila kedua pihak berbicara melalui media komunikasi jarak jauh seperti telpon atau internet. Dalam komunikasi jarak jauh, kita hanya bisa mendengar suara lawan bicara kita, jadi sangat besar kemungkinan kita berbicara dengan orang yang salah.

Jadi cara untuk mencegah serangan MITM adalah dengan melakukan otentikasi sebelum berkomunikasi. Bahkan walaupun otentikasi dilakukan oleh salah satu pihak saja, itu sudah cukup untuk mencegah mitm. Mari kita lihat kembali contoh Alice,  Bob dan Charlie, bila otentikasi hanya dilakukan oleh Bob, sedangkan Alice tidak. Karena tidak adanya otentikasi Alice, maka Charlie bisa menyamar sebagai Alice di hadapan Bob, namun Charlie tidak bisa menyamar sebagai Bob di hadapan Alice. Kenapa Charlie tidak bisa menyamar menjadi Bob? Sebab Alice akan menguji keaslian Bob dengan otentikasi, sehingga penyamaran Charlie sebagai Bob palsu akan terbongkar dan Alice tidak akan mau melanjutkan komunikasi.

Semoga penjelasan diatas tentang bagaimana cara mengenal serangan Man-in-the-middle (MITM) dan pencegahanya bisa bermanfaat buat para pencari ilmu terkhusus bagi pembaca karena dengan membaca kita banyak tahu dan menambah ilmu pengetahuan beserta wawasan kita.



Suka artikel ini ?
Jangan lupa jempolnya ....

Google+

Plus One

0 komentar di artikel :
Mengenal Serangan Man-in-The-Middle (MITM)

Please Bantu Saya, Like This !!!

×

Powered By Blogger Widget and Get This Widget

Artikel Terbaru

Blog Archive