A. PERFORMA
SISTEM
Pengertian Keamananjaringan komputer adalah proses untuk mencegah dan mengidentifikasi penggunaan
yang tidak sah dari jaringan komputer. Langkah-langkah pencegahan membantu
menghentikan pengguna yang tidak sah yang disebut “penyusup” untuk mengakses
setiap bagian dari sistem jaringan komputer . Tujuan /Keamanan jaringan
komputer/ adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan komputer berupa bentuk
ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak langsung mengganggu
aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan computer
Satu hal yang perlu
diingat bahwa tidak ada jaringan yanganti sadap atau tidak ada jaringan
komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan
komunikasi.
Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dandisalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkanantisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuanyang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa merekamenerima dan memahami rencana keamanan yang Anda buat.Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka akanmenciptakan lubang (hole) keamanan pada jaringan Anda. Suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dandisalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkanantisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuanyang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa merekamenerima dan memahami rencana keamanan yang Anda buat.Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka akanmenciptakan lubang (hole) keamanan pada jaringan Anda. Suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
B.
LANGKAH – LANGKAH DALAM PERANCANGAN SISTEM
Beberapa Langkah dalam perancangan Sistem dengan
memperhatikan aspek Keamanan Jaringan :
- Menentukan topologi jaringan yang akan digunakan.
- Menentukan kebijakan atau policy .
- Menentukan aplikasi – aplikasi atau servis-servis apa saja yang akan berjalan.
- Menentukan pengguna-pengguna mana saja yang akan dikenakan oleh satu atau lebih aturan firewall.
- Menerapkan kebijakan, aturan, dan prosedur dalam implementasi firewall.
- Sosialisasi kebijakan, aturan, dan prosedur yang sudah diterapkan.
C.
DESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN
D. ELEMEN-ELEMEN PEMBENTUK JARINGAN
Ada dua elemen utama pembentuk keamanan
jaringan :
-
Tembok pengamanan
Baik secara fisik
maupun maya,yang ditaruh diantara piranti dan layanan jaringan
yangdigunakan dan orang-orang
yang akan berbuat jahat.
-
Rencana pengamanan
Yang akan
diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar
sistemtidak bisa
ditembus dari luar.
E. ASPEK KEAMANAN KOMPUTER
- Confidentiality : adalah pencegahan bagi mereka yang tidak berkepen-tingan dapat mencapai informasi . Secara umum dapat disebutkan bahwa kerahasiaan mengandung makna bahwa informasi yang tepat terakses oleh mereka yang berhak ( dan bukan orang lain), sama analoginya dengan e-mail maupun data-data perdagangan dari perusahaan.
- Integrity : adalah pencegahan bagi mereka yang tidak berkepen-tingan dapat mencapai informasi . Secara umum dapat disebutkan bahwa kerahasiaan mengandung makna bahwa informasi yang tepat terakses oleh mereka yang berhak ( dan bukan orang lain), sama analoginya dengan e-mail maupun data-data perdagangan dari perusahaan.adalah pencegahan terhadap kemungkinan amandemen atau penghapusan informasi oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum maka integritas ini berarti bahwa informasi yang tepat, memang tepat dimana-mana dalam sistem – atau mengikuti istilah “messaging” – tidak terjadi cacad maupun terhapus dalam perjalananya dari penyaji kepada para penerima yang berhak.
- Availability : adalah upaya pencegahan ditahannya informasi atau sumber daya terkait oleh mereka yang tidak berhak. Secara umum maka makna yang dikandung adalah bahwa informasi yang tepat dapat diakses bila dibutuhkan oleh siapapun yang memiliki legitimasi untuk tujuan ini. Berkaitan dengan “messaging system” maka pesan itu harus dapat dibaca oleh siapapun yang dialamatkan atau yang diarahkan, sewaktu mereka ingin membacanya.
- Non-repudiation : aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.
- Authentication : adalah suatu langkah untuk menentukan atau mengonfirmasi bahwa seseorang (atau sesuatu) adalah autentik atau asli. Melakukan autentikasi terhadap sebuah objek adalah melakukan konfirmasi terhadap kebenarannya. Sedangkan melakukan autentikasi terhadap seseorang biasanya adalah untuk memverifikasi identitasnya. Pada suatu sistem komputer, autentikasi biasanya terjadi pada saat login atau permintaan akses.
- Access Control : adalah sebuah metode untuk mentransmisikan sinyal yang dimiliki oleh node-node yang terhubung ke jaringan tanpa terjadi konflik (hak akses).
- Accountability : adalah pembatasan akses untuk memasuki beberapa lokasi. Proses Access Control ditujukan untuk memastikan bahwa hanya orang-orang yang berwenang dan punya alasan yang absah, terkait dengan operasi dan bisnis, mendapatkan ijin, dan memahami dan memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk masuklah yang dapat memasuki dan/atau bekerja di dalam fasilitas. Hal ini dimaksudkan agar keselamatan dan keamanan fasilitas, dan orang-orang yang berada di dalamnya dapat terjamin.
F. ASPEK KEAMANAN BERDASARKAN
SPESIFIKASI OSI
Meliputi :
·
Access Control: Perlindungan terhadap
pemakaian tak legak
·
Authentication: Menyediakan jaminan
identitas seseorang
·
Confidentiality (kerahasiaan):
Perlindungan terhadap pengungkapan
identitas tak legak
identitas tak legak
·
Integrity: Melindungi dari pengubahan
data yang tak legak
·
Non-repudiation (penyangkalan):
Melindungi terhadap penolakan
komunikasi yang sudah pernah dilakukan
komunikasi yang sudah pernah dilakukan
G.
Mengenal Ancaman Keamanan Jaringan
Serangan terhadap
keamanan sistem informasi (security attack) dewasa ini seringkali
terjadi. Kejahatan komputer/cyber crime pada dunia maya seringkali
dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menembus suatu keamanan sebuah
sistem. Aktivitas ini bertujuan untuk mencari, mendapatkan, mengubah, dan
bahkan menghapus informasi yang ada pada sistem tersebut jika memang benar-benar
dibutuhkan. Ada beberapa kemungkinan tipe dari serangan yang dilakukan oleh
penyerang yaitu :
a) Interception yaitu
pihak yang tidak mempunyai wewenang telah berhasil mendapatkan hak akses
informasi
b) Interruption yaitu
penyerang telah dapat menguasai sistem, tetapi tidak keseluruhan. Admin asli
masih bisa login
c) Fabrication yaitu
penyerang telah menyisipkan objek palsu ke dalam sistem target
d) Modification yaitu penyerang telah merusak sistem dan telah mengubah secara keseluruhan
d) Modification yaitu penyerang telah merusak sistem dan telah mengubah secara keseluruhan
H.
KLASIFIKASI SERANGAN KOMPUTER
Menurut David Icove,
dilihat dari lubang keamanan yang ada pada suatu sistem, keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi empat macam:
1) Keamanan Fisik (Physical Security)
Suatu keamanan yang
meliputi seluruh sistem beserta peralatan, peripheral, dan media yang
digunakan. Biasanya seorang penyerang akan melakukan wiretapping (proses
pengawasan dan penyadapan untuk mendapatkan password agar bisa memiliki hak
akses). Dan jika gagal, maka DOS (Denial Of Service)
akan menjadi pilihan sehingga semua service yang digunakan oleh komputer tidak
dapat bekerja. Sedangkan cara kerja DOS biasanya mematikan service apa saja
yang sedang aktif atau membanjiri jaringan tersebut dengan pesan-pesan yang
sangat banyak jumlahnya. Secara sederhana, DOS memanfaatkan celah
lubang keamanan pada protokol TCP/IP yang dikenal dengan Syn Flood,
yaitu sistem target yang dituju akan dibanjiri oleh permintaan yang sangat
banyak jumlahnya (flooding), sehingga akses menjadi sangat sibuk.
2) Keamanan Data dan Media
Pada keamanan ini
penyerang akan memanfaatkan kelemahan yang ada pada software yang digunakan
untuk mengolah data. Biasanya penyerang akan menyisipkan virus pada komputer
target melalui attachment pada e-mail. Cara lainnya adalah dengan memasang
backdoor atau trojan horse pada sistem target. Tujuannya untuk
mendapatkan dan mengumpulkan informasi berupa password administrator. Password
tersebut nantinya digunakan untuk masuk pada account administrator.
3) Keamanan Dari Pihak Luar
Memanfaatkan faktor
kelemahan atau kecerobohan dari orang yang berpengaruh (memiliki hak akses)
merupakan salah satu tindakan yang diambli oleh seorang hacker maupun cracker
untuk dapat masuk pada sistem yang menjadi targetnya. Hal ini biasa disebut social
engineering. Social engineering merupakan tingkatan
tertinggi dalam dunia hacking maupun cracking. Biasanya orang yang melakukan
social engineering akan menyamar sebagai orang yang memakai sistem dan lupa
password, sehingga akan meminta kepada orang yang memiliki hak akses pada sistem
untuk mengubah atau mengganti password yang akan digunakan untuk memasuki
sistem tersebut.
4) Keamanan dalam
Operasi
Merupakan salah satu
prosedur untuk mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem keamanan
pasca serangan. Dengan demikian, sistem tersebut dapat berjalan baik atau
menjadi normal kembali. Biasanya para penyerang akan menghapus seluruh log-log
yang tertinggal pada sistem target (log cleaning) setelah
melakukan serangan.
J. METODE KEAMANAN JARINGAN
Dalam merencanakan suatu keamanan
jaringan, ada beberapa metode yang dapat ditetapkan, metode-metode tersebut
adalah sebagai berikut :
1. Pembatasan akses pada suatu jaringan
Ada
beberapa konsep dalam pembatasan akses jaringan, yakni sebagai berikut :
- Internal Password Authentication: Password local untuk login ke sistem harus merupakan password yang baik serta dijaga dengan baik. Pengguaan aplikasi shadow password akan sangat membantu.
- Server Based password authentication: Termasuk dalam metoda ini misalnya sistem Kerberos server, TCP-wrapper, dimana setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan service tersebut
- Server-based token authentication : Metoda ini menggunakan authentication system yang lebih ketat, yaitu dengan penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu hanya bisa dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token khusus.
- Firewall dan Routing Control : Firewall melindungi host-host pada sebuah network dari berbagai serangan. Dengan adanya firewall, semua paket ke sistem di belakang firewall dari jaringan luar tidak dapat dilakukan langsung. Semua hubungan harus dilakukan dengan mesin firewall
2. Menggunakan Metode dan
mekanisme tertentu
- Enkripsi : Salah satu cara pembatasan akses adalah dengan enkripsi. Proses enkripsi meng-encode data dalam bentuk yang hanya dapat dibaca oleh sistem yang mempunyai kunci untuk membaca data. Proses enkripsi dapat dengan menggunakan software atau hardware. Hasil enkripsi disebut cipher. Cipher kemudian didekripsi dengan device dan kunci yang sama tipenya (sama hardware/softwarenya, sama kuncinya). Dalam jaringan, system enkripsi harus sama antara dua host yang berkomunikasi. Jadi diperlukan control terhadap kedua sistem yang berkomunikasi. Biasanya enkripsi digunakan untuk suatu sistem yang seluruhnya dikontrol oleh satu otoritas
- Terminologi Kriptografi : Kriptografi (cryptography) merupakan ilmu dan seni untuk menjaga pesan agar aman. (Cryptography is the art and science of keeping messages secure. [40]) “Crypto” berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” berarti “writing” (tulisan) [3]. Para pelaku atau praktisi kriptografi disebut cryptographers. Sebuah algoritma kriptografik (cryptographic algorithm), disebut cipher, merupakan persamaan matematik yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi. Biasanya kedua persamaan matematik (untuk nkripsi dan dekripsi) tersebut memiliki hubungan matematis yang cukup erat.
- Terminologi Enskripsi – Dekripsi : Proses yang dilakukan untuk mengamankan sebuah pesan (yang disebut plaintext) menjadi pesan yang tersembunyi (disebut ciphertext) adalah enkripsi (encryption). Ciphertext adalah pesan yang sudah tidak dapat dibaca dengan mudah. Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat digunakan adalah “encipher”. Proses sebaliknya, untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext, disebut dekripsi (decryption). Menurut ISO 7498-2, terminologi yang lebih tepat untuk proses ini adalah “decipher”.
- Digital Signature : digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan, integritas, dan non-repudiation
- Algoritma Checksum/Hash : Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan authentication. Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service
Dengan
adanya pemantauan yang teratur, maka penggunaan sistem oleh yang tidak berhak
dapat dihindari/cepat diketahui. Untuk mendeteksi aktifitas yang tidak normal,
maka perlu diketahui aktifitas yang normal. Proses apa saja yang berjalan pada
saat aktifitas normal. Siapa saja yang biasanya login pada saat tersebut. Siapa
saja yang biasanya login diluar jam kerja. Bila terjadi keganjilan, maka perlu
segera diperiksa. Bila hal-hal yang mencurigakan terjadi, maka perlu dijaga
kemungkinan adanya intruder.
Metodologi
keamanan informasi bertujuan untuk meminimalisasi kerusakan dan memelihara
keberlangsungan bisnis dengan memerhatikan semua kemungkinan kelemahan dan
ancaman terhadap aset informasi. Untuk menjamin keberlangsungan bisnis,
metodologi keamanan informasi berusaha memastikan kerahasiaan, integritas dan
ketersediaan asset informasi internal. Hal ini termasuk penerapan metode dan
kontrol manajemen risiko. Pada dasarnya, yang dibutuhkan adalah rencana yang
bagus dan meliputi aspek administratif, fisik, serta teknis dari keamanan
informasi.



0 komentar di artikel : Keamanan Jaringan Komputer